Lamongan,— Angin segar kini berembus lebih lega di kediaman Muhammad Saiful, warga Desa Tlemang. Rasa cemas yang kerap menyelimuti keluarganya tiap kali awan mendung menggelap perlahan sirnah. Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam TMMD ke 129 Kodim 0812 Lamongan di kediamannya kini resmi memasuki babak baru: pemasangan atap telah selesai sepenuhnya.
Bagi Saiful, atap ini bukan sekadar susunan genteng atau rangka kayu. Ini adalah simbol perlindungan, kehangatan, dan harapan baru. Selama bertahun-tahun, bocor dan rasa was-was akan kerapuhan struktur bangunan tua menjadi “teman” setia keluarganya setiap musim hujan tiba. Kini, lembar kisah itu berganti dengan atap kokoh yang siap memayungi setiap mimpi keluarga kecil tersebut.
”Dulu kalau hujan lebat, kami bingung harus mengungsi ke sudut rumah yang mana. Sekarang, nengok ke atas rasanya tenang sekali. Terima kasih untuk semua pihak dan tetangga yang sudah memeras keringat membantu keluarga kami,” tutur Muhammad Saiful dengan mata berbinar dan rasa haru yang tak terbendung.
Penyelesaian tahap penting ini tidak lepas dari semangat gotong royong warga Desa Tlemang bersama tim lapangan. Bahu-membahu, saling lempar genteng, dan gurauan hangat mengiringi setiap proses pengerjaan. Nuansa kekeluargaan yang kental di desa ini menjadi bahan bakar utama yang mempercepat rampungnya pemasangan atap rumah Saiful.
Kepala Desa Tlemang menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial untuk memanusiakan hunian warga.
”Rumah adalah benteng pertama sebuah keluarga. Kami ingin memastikan Mas Saiful dan keluarganya bisa tidur dengan nyenyak tanpa takut kebasahan atau keanginan lagi. Selesainya tahap atap ini adalah berkah sekaligus bukti nyata cantiknya semangat gotong royong warga Desa Tlemang,” ujarnya.
Setelah tahap pemasangan atap selesai, proses perbaikan akan dilanjutkan pada penyempurnaan dinding, lantai, dan fasilitas sanitasi agar rumah benar-benar siap huni, sehat, dan nyaman.
Melalui penyelesaian atap rumah Muhammad Saiful ini, Desa Tlemang kembali membuktikan bahwa ketahanan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunannya, tetapi dari sejauh mana warganya saling merangkul dan memastikan tidak ada satu pun tetangga yang berteduh di bawah rasa takut. (Pendim0812)