LUWU TIMUR – Harapan warga Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur, untuk memiliki akses jalan yang lebih layak mulai terwujud melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 1403/Palopo.

Satgas TMMD bersama pemerintah daerah melakukan peningkatan jalan dan pengerjaan rabat beton di wilayah tersebut. Infrastruktur yang diperbaiki merupakan akses penting bagi masyarakat, terutama untuk menuju perkebunan dan membawa hasil pertanian.
Salah seorang warga Desa Parumpanai, Ikram, mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya cukup memprihatinkan dan telah dirasakan warga selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah sangat bersyukur karena selama ini jalan itu menjadi satu-satunya akses kami untuk berkebun dan menjual hasil perkebunan ke ibu kota kabupaten. Dengan diperbaikinya jalan tersebut tentu makin enak kita pergi panen kakao dan sawit,” kata Ikram, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, kondisi jalan menjadi semakin sulit dilalui ketika musim penghujan tiba. Jalan yang berlumpur bahkan kerap tergenang banjir hingga menghambat aktivitas warga.

“Sulit sekali jalan, Pak. Kalau musim penghujan ya pasti dalam lumpurnya, bahkan biasa banjir yang mencapai dada orang dewasa sehingga harus naik perahu untuk sampai di ujung jalan ini,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari cara lain agar tetap dapat menuju kebun dan membawa hasil perkebunan.
Komandan Kodim 1403/Palopo selaku Dansatgas TMMD ke-130 Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro mengatakan, Desa Parumpanai dipilih sebagai salah satu sasaran TMMD karena pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan masyarakat.

“Peningkatan jalan dan rabat beton ini merupakan impian masyarakat yang disampaikan secara langsung. Akses jalan rusak ini sudah bertahun-tahun dan diharapkan masyarakat, akhirnya kita bisa menjadikannya sasaran yang juga sesuai koordinasi dengan Pemda karena ini tujuannya untuk ekonomi masyarakat,” tegas Windra.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik, mulai dari wawasan kebangsaan, kesehatan, ketahanan pangan, kebersihan lingkungan hingga penguatan semangat gotong royong.
Keterlibatan warga dalam pembangunan menjadi bagian penting agar hasil program TMMD dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP