
LUWU TIMUR – Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang jalan, jembatan, dan fasilitas umum. Pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya membangun masa depan desa. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo saat belajar pembibitan kakao bersama petani di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.
Di tengah pengerjaan sasaran fisik berupa jembatan beton, bronjong, dan sumur bor di Desa Cendana serta Desa Parumpanai, anggota Satgas menyempatkan diri mendatangi kebun pembibitan kakao milik warga. Mereka mempelajari keterampilan yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Bagi warga Desa Cendana, kakao memiliki arti lebih dari sekadar tanaman perkebunan. Komoditas tersebut menjadi sumber penghasilan banyak keluarga sekaligus salah satu potensi ekonomi desa yang perlu terus dikembangkan.
Perwira Teritorial Kodim 1403/Palopo, Kapten Inf. Galy, mengatakan kegiatan belajar bersama petani merupakan bentuk keterbukaan prajurit terhadap pengetahuan masyarakat.
“TMMD itu bukan hanya kami yang mengajari rakyat, tapi kami juga belajar dari rakyat. Hari ini saya perintahkan anggota Satgas TMMD ke-130 untuk belajar cara pembibitan budidaya kakao di Desa Cendana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, anggota Satgas diperkenalkan dengan berbagai teknik dasar budidaya kakao, mulai dari pemilihan biji unggul, penyemaian dalam polybag, penyambungan entres atau sambung pucuk, perawatan bibit, hingga pencegahan hama penggerek buah.
Pengetahuan tersebut dinilai berguna bagi prajurit yang ingin mengembangkan usaha pertanian setelah menyelesaikan masa dinas. Selain itu, kegiatan ini memberi kesempatan kepada anggota Satgas untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi masyarakat di lokasi TMMD.
“Kakao di Cendana dan Parumpanai ini luar biasa, kualitasnya ekspor. Petani di Cendana sangat pintar dan mau berbagi ilmu. Ini ilmu mahal yang tidak didapat di asrama,” ujar Kapten Inf. Galy.
Baharuddin (52), petani kakao Desa Cendana yang berbagi keterampilan dengan para prajurit, mengaku tidak menyangka kebun pembibitannya menjadi tempat belajar anggota TNI. Ia pun dengan senang hati memperagakan sejumlah teknik yang biasa digunakan untuk menghasilkan bibit kakao berkualitas.
“Saya tidak menyangka Pak Tentara mau belajar budidaya kakao sama kami petani kecil. Saya ajari cara memilih biji kakao yang besar, cara sambung pucuk biar cepat berbuah, dan cara membuat bibit tahan penyakit,” kata Baharuddin.
Ia berharap ilmu yang dibagikan dapat diterapkan oleh para prajurit di daerah asal mereka dan membantu memperkenalkan potensi kakao dari Luwu Timur kepada masyarakat yang lebih luas.
Selama proses pembelajaran, para anggota Satgas terlihat serius memperhatikan penjelasan petani. Mereka mempelajari cara menyiapkan media tanam, mencampur tanah dengan pupuk kandang, melakukan penyambungan pucuk, dan merawat bibit agar tumbuh dengan baik.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bertukar pengalaman. Anggota Satgas yang memiliki latar belakang pertanian turut berbagi pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik. Dengan demikian, petani tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga terlibat dalam dialog dan pertukaran praktik pertanian dengan para prajurit.
Sebagai tindak lanjut, hasil pembibitan yang dipelajari bersama direncanakan untuk ditanam di sekitar lokasi TMMD serta dibagikan kepada warga Desa Cendana dan Desa Parumpanai. Bibit tersebut diharapkan menjadi kenang-kenangan yang bermanfaat sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi perkebunan kakao.
Melalui kegiatan ini, TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berupaya meninggalkan manfaat yang lebih luas daripada pembangunan fisik semata. Jembatan dan bronjong membantu mendukung infrastruktur desa, sedangkan ilmu pembibitan kakao berpotensi menjadi bekal jangka panjang bagi prajurit dan masyarakat.
Semangat saling belajar tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan yang kuat tumbuh dari kerja sama. TNI hadir membantu masyarakat, tetapi juga menghargai kemampuan warga sebagai sumber pengetahuan yang berharga bagi kemajuan bersama.
Sumber: Pendim 1403/Palopo