
Ambon – Semangat gotong royong masyarakat Dusun Seri, Negeri Urimessing, terlihat dalam keterlibatan sembilan ibu warga setempat yang setiap hari menyiapkan makanan bagi 150 personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130. Dengan pembagian tugas secara bergantian, mereka memastikan kebutuhan makan prajurit tetap terpenuhi selama program pembangunan berlangsung.
Para ibu yang terlibat dalam kegiatan tersebut ialah Tini Gomies, Ince Tuhumury, Marlen Gomies, Merry Pessy, Heldi Waas, Yos Gomies, Fifi Tuhumury, Herce Tuhumury, dan Dina Gomies. Mereka menjalankan tugas menggunakan sistem shift agar proses memasak dan penyediaan makanan dapat berlangsung secara teratur.
Setiap hari, ketiganya? Tidak, seluruh anggota kelompok tersebut bergantian menjalankan tanggung jawab mulai dari menyiapkan bahan makanan, mengolah hidangan, hingga memastikan makanan tersedia untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
Bahan makanan diperoleh dari pasar Negeri Urimessing. Pemilihan bahan dan pengolahan menu dilakukan bersama agar kebutuhan konsumsi personel dapat dipenuhi dengan baik. Aktivitas ini menjadi rutinitas yang membutuhkan kedisiplinan, kekompakan, serta pembagian tugas yang jelas.
Dalam pelaksanaannya, Satgas TMMD memberikan kepercayaan kepada para ibu untuk mengelola uang makan. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk kemitraan yang tidak hanya mengandalkan bantuan tenaga, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan program.
Dukungan dari dapur tersebut memiliki arti penting bagi kelancaran kegiatan di lapangan. Para prajurit membutuhkan kesiapan fisik untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan dan melaksanakan kegiatan lain yang telah direncanakan. Ketersediaan makanan menjadi salah satu kebutuhan yang harus dijaga selama menjalankan tugas.
Meski tidak terlibat secara langsung dalam pekerjaan konstruksi, ibu-ibu Dusun Seri turut mengambil bagian dalam proses pembangunan melalui kemampuan yang mereka miliki. Mereka menghadirkan dukungan dalam bentuk pelayanan konsumsi yang dikerjakan secara bersama-sama.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa gotong royong dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kontribusi. Ada yang bekerja membangun infrastruktur, ada pula yang membantu memenuhi kebutuhan personel agar pekerjaan dapat berjalan lancar.
Kebersamaan antara Satgas TMMD dan masyarakat tersebut menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat. Hubungan yang terbangun melalui aktivitas sehari-hari diharapkan semakin memperkuat rasa saling percaya dan kepedulian.
Melalui peran sembilan ibu Dusun Seri, pelaksanaan TMMD ke-130 mendapatkan dukungan dari lingkungan masyarakat setempat. Dari kegiatan memasak yang dilakukan secara bergantian, tumbuh semangat kebersamaan untuk menyukseskan pembangunan dan memberikan manfaat bagi kehidupan warga.