LUWU TIMUR – Kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya terlihat saat bekerja bersama membangun infrastruktur, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Suasana hangat itu terlihat di lokasi TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (29/10/2026).

Di sela-sela istirahat pengerjaan sasaran fisik, personel Satgas TMMD bersama warga menikmati makan siang bersama di atas tikar plastik yang digelar di salah satu rumah warga dekat lokasi pembangunan Jembatan Cendana.

Menu sederhana berupa nasi putih, ikan asin, sambal, dan sayur rebus tersaji di tengah kebersamaan tersebut. Meski tanpa hidangan mewah, suasana kekeluargaan membuat waktu istirahat terasa istimewa. Canda dan percakapan ringan mengiringi santap siang, memperlihatkan kedekatan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.

Tidak terlihat sekat antara personel berseragam loreng dan warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Mereka duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, sekaligus mempererat hubungan yang terbangun selama pelaksanaan program TMMD.

Dan SSK Satgas TMMD ke-130, Kapten Inf. Mika Ramang, mengatakan bahwa kebersamaan tersebut merupakan bagian penting dari tujuan pelaksanaan TMMD. Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat.

“Inilah hakikat TMMD, bukan hanya membangun fisik berupa jembatan dan RTLH, tapi yang utama membangun hati dan kebersamaan. Makan bersama seperti ini membuat kami merasa seperti keluarga sendiri di Desa Cendana,” ujarnya.

Ia menambahkan, interaksi sederhana seperti makan bersama dapat mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa saling percaya. Kedekatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun semangat gotong royong selama personel Satgas dan masyarakat bekerja menyelesaikan sasaran TMMD.

Kehangatan yang sama dirasakan Ibu Mida, salah satu warga Dusun Cendana yang turut menyiapkan hidangan makan siang bagi personel Satgas. Baginya, kehadiran para prajurit tidak hanya membantu pembangunan di desanya, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang terasa seperti hubungan keluarga.

“Kami sudah anggap Bapak TNI seperti anak sendiri. Tiap hari bantu kami, makan bersama kami. Sedih nanti kalau TMMD sudah selesai dan Bapak-bapak pulang,” ucap Ibu Mida dengan mata berkaca-kaca.

Ungkapan tersebut menggambarkan kedekatan yang tumbuh melalui interaksi sehari-hari selama program berlangsung. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan melalui pekerjaan pembangunan, tetapi juga melalui kepedulian, kebersamaan, dan hubungan sosial yang terjalin.

Program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo menjadi ruang bagi TNI dan rakyat untuk saling mengenal, membantu, serta bekerja bersama demi kemajuan desa. Pembangunan Jembatan Cendana dan sasaran fisik lainnya menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sementara kebersamaan yang terbangun menjadi nilai penting yang menyertainya.

Melalui momen sederhana seperti makan siang bersama, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata. Sebab, membangun desa bukan semata-mata mendirikan infrastruktur, melainkan juga merawat persaudaraan dan memperkuat ikatan kekeluargaan yang diharapkan tetap terjaga meski program TMMD telah berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP