LAMONGAN — Panas terik matahari siang itu seolah kalah membara dibanding semangat yang membakar di lokasi Pembangunan Jalan Rabat Beton Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0812/Lamongan.
Di tengah deru mesin pemutar adukan semen, tampak sebuah pemandangan yang menyentuh hati. Dalam satu barisan yang rapat dan rapi, para prajurit Satgas TMMD ke 129 kodim 0812 Lamongan berdiri berdampingan bahu-membahu dengan warga setempat. Tangan-tangan mereka yang berotot tangguh dan jemari warga yang terbiasa menapak tanah, memegang erat gagang cangkul yang sama.
Secara serentak, ayunan cangkul Satgas TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan bersama masyarakat beradu irama meratakan adukan cor semen di atas jalan rabat beton yang tengah dibangun. Tidak ada sekat, tidak ada canggung; yang ada hanyalah peluh yang menetes bersama kehangatan tawa yang memecah lelah.
Setiap dorongan dan tarikan cangkul bukan sekadar meratakan adukan semen dan pasir agar jalan menjadi kokoh. Lebih dari itu, setiap retakan dan halusnya permukaan jalan tersebut diukir oleh rasa kekeluargaan yang mendalam. TNI dan rakyat menyatu dalam satu denyut nadi pembangunan.
”Kerja berat kalau dipikul bersama terasa jauh lebih ringan. Menghaluskan jalan ini seperti menata masa depan desa kami sendiri. Kehadiran bapak-bapak TNI memberi kami energi berlipat,” ujar Pak pramono (48), salah satu warga lokal yang menyapu keringat di dahi dengan ujung bajunya sembari tersenyum lebar.
Jalan rabat beton yang tadinya berbatu dan sulit dilalui kini perlahan berubah menjadi lorong harapan baru. Akses mobilitas pertanian, ekonomi, hingga jalan anak-anak menuju sekolah kelak akan berdiri di atas fondasi keringat kebersamaan ini.
Lewat satu garis barisan dan harmoni ayunan cangkul tersebut, TMMD ke-129 Kodim 0812/Lamongan membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan mahakarya nyata yang diukir di atas beton peradaban desa. (Pendim0812)