Luwu Timur – Pembangunan infrastruktur melalui program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Semangat pengabdian dan keikhlasan menjadi energi bagi para prajurit untuk terus bekerja menyelesaikan sasaran pembangunan.

Di lokasi pekerjaan, personel Satgas terlihat memikul batu kali, mengangkat batu gunung berukuran besar, membawa material bangunan, dan mendorong gerobak artco berisi adukan semen. Aktivitas tersebut dilakukan secara berkelanjutan sejak pagi hingga sore demi mendukung kelancaran pembangunan.

Meski pekerjaan membutuhkan tenaga besar, para prajurit tetap menjaga semangat dan saling memberikan motivasi. Mereka bekerja bersama dalam suasana penuh kekeluargaan, dengan tujuan menghadirkan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Keikhlasan dalam bekerja juga tercermin dari cara para personel menghadapi kelelahan. Mereka menjadikan manfaat pembangunan bagi masyarakat sebagai penyemangat untuk melanjutkan pekerjaan, bukan sekadar mengejar penyelesaian sasaran fisik.

Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menegaskan bahwa sikap ikhlas harus menjadi bagian dari pelaksanaan tugas setiap prajurit.

“Saya selalu sampaikan ke anggota, kalau kerja dengan ikhlas, apa pun akan terasa ringan. Batu 50 kilo kalau diangkat dengan ikhlas akan terasa seperti kapas. Tapi kalau kerja dengan mengeluh, batu kecil pun terasa berat,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat pengabdian yang tumbuh dari dalam diri prajurit akan membantu membangun suasana kerja yang positif dan mendorong tumbuhnya kebersamaan dengan masyarakat.

“Alhamdulillah, saya lihat semua prajurit Satgas TMMD 130 di Parumpanai ini bekerja dengan hati yang ikhlas untuk bantu rakyat. Makanya tidak ada yang mengeluh, semua tersenyum walaupun angkat batu besar. Karena ikhlas tertanam di hati,” lanjutnya.

Sementara itu, Kopda Iwan, personel Satgas yang turut mengangkut batu untuk kebutuhan pembangunan, mengaku selalu mengingat tujuan pekerjaannya ketika menghadapi beban berat di lapangan.

“Awalnya berat, Komandan, tapi kami ingat ini untuk rakyat, untuk ibadah. Kami niatkan ikhlas. Lama-lama ringan. Kami bayangkan senyum warga kalau jalan sudah jadi, jadi hilang capeknya,” tuturnya.

Semangat yang ditunjukkan para prajurit tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga ikut terdorong untuk berpartisipasi dalam pekerjaan, mulai dari membantu pengangkutan material hingga bergotong royong di lokasi sasaran.

Keterlibatan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat pengabdian dapat menumbuhkan kepedulian bersama. Hubungan antara TNI dan rakyat pun semakin erat melalui kerja nyata yang manfaatnya ditujukan bagi kepentingan masyarakat.

Dengan mengedepankan keikhlasan, disiplin, dan kerja sama, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo terus melanjutkan pembangunan di Desa Parumpanai. Setiap tenaga yang dicurahkan diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan akses infrastruktur yang lebih baik bagi warga.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP