TULUNGAGUNG – Keberhasilan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya hubungan kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0807/Tulungagung di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung.

Di sela-sela pengerjaan sasaran fisik pada Rabu (21/10/2026), anggota Satgas TMMD bersama warga dan perangkat desa menikmati waktu istirahat dengan suasana santai. Minuman es dan buah pisang hasil panen warga menjadi hidangan sederhana yang menambah keakraban di antara mereka.

Kebersamaan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD memiliki makna lebih luas daripada sekadar membangun jalan beton dan fasilitas umum. Kehadiran personel TNI di tengah masyarakat turut membuka ruang interaksi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa saling percaya melalui kegiatan sehari-hari.

Dukungan warga terhadap anggota Satgas menjadi bagian dari semangat gotong royong yang mewarnai pelaksanaan program. Sebaliknya, keterlibatan personel TNI dalam pembangunan desa juga mencerminkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat dan komitmen untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga.

Kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan salah satu nilai penting dalam program TMMD. Hubungan yang harmonis diharapkan tidak hanya terjalin selama kegiatan berlangsung, tetapi juga terus terpelihara setelah program berakhir, sehingga masyarakat dan TNI dapat terus bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Melalui TMMD ke-130, Kodim 0807/Tulungagung berupaya menghadirkan manfaat secara fisik maupun sosial bagi masyarakat Desa Pojok. Pembangunan infrastruktur yang disertai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong menjadi wujud bahwa keberhasilan TMMD sesungguhnya terletak pada pembangunan desa sekaligus semakin kokohnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TOP