
NABIRE – Harapan masyarakat Kampung Wanggar Sari, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk memiliki tempat ibadah yang lebih layak mulai terwujud melalui program TMMD ke-130 Kodim 1705/Nabire.
Satgas TMMD bersama masyarakat saat ini terus mempercepat pembangunan Gereja GKII Rehobot. Pengerjaan di lapangan mencakup pengecoran pondasi serta pemasangan rangka balok kayu utama yang menjadi bagian penting dari konstruksi bangunan gereja.
Sejak pagi, personel Satgas bersama warga terlihat sibuk mengerjakan berbagai pekerjaan. Material bangunan dikerjakan secara gotong royong, mulai dari pengadukan semen menggunakan molen, penyusunan batu pondasi hingga pengangkatan balok kayu berukuran besar.
Bagi Jemaat GKII Rehobot, pembangunan gereja tersebut bukan hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga menjadi harapan untuk memiliki tempat beribadah yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1705/Nabire menyampaikan bahwa pembangunan sarana ibadah merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah pelaksanaan TMMD.
“Kami ingin masyarakat Wanggar Sari memiliki tempat ibadah yang layak dan nyaman. Ini adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, proses pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung juga mencerminkan semangat kemanunggalan TNI-Rakyat. Kebersamaan tersebut menjadi kekuatan dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD.
Salah satu warga Jemaat GKII Rehobot mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Satgas TMMD.
“Kami masyarakat Wanggar Sari sangat berterima kasih kepada Bapak TNI. Gereja kami yang sudah lama kami rindukan kini mulai dibangun. Semoga Tuhan membalas kebaikan Bapak-bapak TNI,” katanya.
Dengan terus dikebutnya pembangunan, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1705/Nabire optimistis Gereja GKII Rehobot dapat segera berdiri dan dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan Jemaat GKII Rehobot di Kampung Wanggar Sari.